Rabu, 26 Februari 2014

Blue Bench

Besok kau datang ke reuni kelas, bukan?
Aku melihat pemberitahuan yang terlipat dua, sekali lagi
Ada banyak orang berjalan di sepanjang jalan penuh pepohonan berbaris
Dimana kita berjalan, bergandengan tangan, ketika kita pertama kali bertemu

Aku selalu membuatmu menunggu
Walaupun ku ragu kau akan menungguku di stasiun
Tapi aku tetap mencarimu

Ku harap ku mengatakan “Aku menyukaimu” hingga suaraku serak
Aku tak bisa berhenti merindukanmu, dimanapun itu, apapun yang ku lakukan

Di kala senja, salju turun di langit di atas peron
Ku bepergian ke kota ini mengikuti mimpiku

Aku duduk di bangku biru
Dan teringat hari ketika kau melambaikan tangan tanda perpisahan

Ku harap ku mengatakan “Aku menyukaimu” hingga suaraku serak
Aku tak bisa kembali ke cinta itu, rasa sakit mulai sedikit bergeser

Musim berlalu lebih cepat dari yang ku kira
Membawa serta rasa sakitku, terlalu jauh untuk dilihat

Ku harap ku mengatakan “Aku menyukaimu” hingga suaraku serak
Aku tak bisa berhenti merindukanmu, dimanapun itu, apapun yang ku lakukan
Ku harap ku mengatakan “Aku menyukaimu” hingga suaraku serak
Aku tak bisa kembali ke cinta itu, rasa sakit mulai seidkit bergeser

Tidak ada komentar:

Posting Komentar